Wednesday, 17 October 2012

Wednesday, 17 October 2012

Sertai kami (:

Salam Serumpun buat semua~
usah lepaskan peluang ini! Ayuh sertai kami (:



"Selangkah Kata, Serumpun Karya"



Thursday, 11 October 2012

Thursday, 11 October 2012

Doa dan Wasiat


  1. |Serumpun 2012|"Selangkah Kata Serumpun Karya"|24 Hari lagi|


    Doa dan Wasiat

    Aku tidak berdoa untuk anak-anakku
    menjadi kaya
    kerana kaya akan
    membencinya orang tak punya

    Aku tidak berdoa untuk anak-anakku

    menjadi senang
    kerana senang akan
    menyesatkan jalan pulang

    Aku tidak berdoa untuk anak-anakku
    menjadi orang berkuasa
    kerana yang berkuasa akan
    merampas kebebasan manusia

    Aku tidak berdoa untuk anak-anakku
    menjadi orang terhormat
    kerana mereka akan
    membohongi isteri dan pengundinya

    Aku hanya berdoa untuk anak-anakku
    bahagia di dunia sentosa di akhirat
    kerana bahagia di dunia
    tak merampas wang ahli neraka
    sentosa di akhirat
    tak mencabut bahagia ahli syurga.

    Suratman Markasan
    Washington DC
    25 September 198

Friday, 5 October 2012

Friday, 5 October 2012

SerumpuN 2012, sekapur sirih




Hang Nadim menasehati Raja
Bawang Merah Kurang Berbudibahasa
Nusantara bersatu menginspirasi dunia
Menulis peradaban dengan tinta karya

          Setiap sejarah mengabadi karena warisan karya tulisnya.  Generasi muda Nusantara yang terpisah-pisah oleh batas teritory politis kehilangan semangat  persaudaraan  yang memotori mereka untuk  membangun  satu cita-cita  dan  melangkah berkarya  bersama.  Dunia islam menyaksikan bahwa muslimin Nusantara memiliki potensi besar untuk mengembalikan umat kepada kejayaannya, salah satunya dengan cara revitalisasi budaya menulis di tubuh umat. Hal ini didukung oleh kapabilitas intelektual pemuda muslim Nusantara yang tersebar di berbagai universitas salah satunya adalah IIUM.  Dimana kampus tersebut telah mencatat ikrar dan tekad  bersatunya para pemuda muslim Nusantara yang berkumpul pada moment  SerumpuN-1 untuk melahirkan karya tulis berkualitas dan mengukir sejarah Islam dan Nusantara dengan tinta emas.
          Dengan berbekal keyakinan bahwa tulisan juga merupakan sebuah sarana untuk membangun peradaban, maka acara seminar penulisan negara serumpun ini pun diadakan kembali. Jika pada kesempatan yang lalu hanya ada Indonesia dan Malaysia, maka kali ini ia menggandeng pula Singapura. Beberapa putra-putri nusantara pilihan akan hadir untuk berbagi cerita, rasa, dan khazanah karya. Duta dari Indonesia yang akan hadir kali ini adalah Salim A.Fillah, seorang penulis muda berbakat yang memiliki karya luar biasa. Sementara itu, Ummu Hani Abu Hassan dan Zabrina Abu Bakar akan tampil mewakili Malaysia. Keduanya adalah orang-orang yang cukup aktif dan produktif dalam dunia kepenulisan di negeri jiran. Bersama mereka pula, akan hadir Suratman Markasan, seorang senior dalam bidang kesusasteraan di Negara Singapura.    
Dengan mengusung tema “Selangkah Kata, Serumpun Karya”, SerumpuN kali ini mencoba mengajak sahabat nusantara untuk turut berkarya dalam ‘Sayembara bercerita’. Berharap agar kelak lahir penulis yang komunikatif, aktif dan kreatif yang selalu bersemangat menyemai kebajikan. Yang selalu kaya dengan karya sehat dan bermafaat. Yang kelak akan mengubah dunia menjadi lebih baik.
Salam SerumpuN J

Saturday, 1 October 2011

Saturday, 1 October 2011

Ketika Mas Gagah Pergi...

Mas gagah berubah! Ya, beberapa bulan belakangan ini masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah!

Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Tehnik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja…ganteng !Mas Gagah juga sudah mampu membiayai sekolahnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.

Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku ke mana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak bagiku.

Saat memasuki usia dewasa, kami jadi semakin dekat.Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda dengan teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelocon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan-makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan Ancol.

Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya.

"Kakak kamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih?"

"Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang rumahku suka membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho! Gila, berabe kan?!"

"Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku?"

Dan banyak lagi lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku Cuma mesem-mesem bangga.

Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum juga punya pacar. Apa jawabnya?

"Mas belum minat tuh! Kan lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran…, banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati! He..he..he…"Kata Mas Gagah pura-pura serius.

Mas Gagah dalam pandanganku adalah cowok ideal. Ia serba segalanya. Ia punya rancangan masa depan, tetapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tetapi tidak pernah meninggalkan shalat!

Itulah Mas Gagah!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates